• Twitter
  • Technocrati
  • stumbleupon
  • flickr
  • digg
  • youtube
  • facebook

Follow our Network

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Judulnya Masih dipikirkan...

0

Labels:

Heyyy kawan.... dalam hidup ini kita pasti ingin yg terbaik tentunya, ingin lulus sekolah dengan hasil terbaik, pengen kerja ditempat yg kt mau, pengen jadi orang sukses, orang yg kaya ato mungkin kt pengen selalu bersama sama orang yg disayangi.
so..pastilah...... kt ingin hal hal yg terbaik dalam hidup ini dan itulah yang namanya Harapan.
Harapan itu dapat bikin orang lebih semangat dlm ngejalanin hidup ini. Tapi coba anda banyangin kalu ternyata apa yang anda harapkan itu beda jauh dengan apa yg anda jalanin dalam hidup ini. mungkin kt bisa jadi bEtE, kesel, marah, ato bahkan mungkin prustasi.
Nah...disaat situasi kayak gitu mungkin kita tdk bisa menghadapinya sendirian tapi kita butuh orang lain alias temen curhat berbagi cerita, tapiii.... bukan tipe teman yang hanya bisa bilang "ya udahlah...terima aja nasib lo dan mungkin lo dah ditakdirkan kayak gitu"
no no....kita butuh orang yg tetep ngasi semangat dan selalu ada buat kita dan bisa bilang "it's oke... kamu kan tetep baik2 aja, kamu pasti bisa melewati ini smua karna yg Kuasa pasti ngasi jalan keluar buat masalahmu dan kalau maseh punya masa depan....lanjutin aja hidupmu"
Sepertinya temen seperti itulah yg bs membawa dan membimbing kita menuju harapan yg kt inginkan yg sebenarnya, sama seperti Rel Kereta yg bila kt naek kereta pasti yakin dan tahu kalu rel itu bakal ngebawa kita kemana? seharusnya kepercayaan dan kenyakinan seperti itulah yg dapat membantu kt tuk ngewujudkan Harapan.
Tetap berharap....
Tetap berusaha...
yakin....kt pasti bs ngedapetin harapan itu....
Harry Potter and the Deathly Hallows, Part 1

Biografi Qurais Shihab

0

Labels:

  • Pendidikan & Karir
Nama lengkapnya adalah Muhammad Quraish Shihab. Ia lahir tanggal 16 Februari 1944 di Rapang, Sulawesi Selatan. Ia berasal dari keluarga keturunan Arab yang terpelajar. Ayahnya, Prof. Abdurrahman Shihab adalah seorang ulama dan guru besar dalam bidang tafsir. Abdurrahman Shihab dipandang sebagai salah seorang ulama, pengusaha, dan politikus yang memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan. Kontribusinya dalam bidang pendidikan terbukti dari usahanya membina dua perguruan tinggi di Ujungpandang, yaitu Universitas Muslim Indonesia (UMI), sebuah perguruan tinggi swasta terbesar di kawasan Indonesia bagian timur, dan IAIN Alauddin Ujungpandang. Ia juga tercatat sebagai rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut: UMI 1959-1965 dan IAIN 1972–1977.
Prof. DR Muhammad Qurais Shihab

Sebagai seorang yang berpikiran progresif, Abdurrahman percaya bahwa pendidikan adalah merupakan agen perubahan. Sikap dan pandangannya yang demikian maju itu dapat dilihat dari latar belakang pendidikannya, yaitu Jami’atul Khair, sebuah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Murid-murid yang belajar di lembaga ini diajari tentang gagasan-gagasan pembaruan gerakan dan pemikiran Islam. Hal ini terjadi karena lembaga ini memiliki hubungan yang erat dengan sumber-sumber pembaruan di Timur Tengah seperti Hadramaut, Haramaian dan Mesir. 

Banyak guru-guru yang didatangkarn ke lembaga tersebut, di antaranya Syaikh Ahmad Soorkati yang berasal dari Sudan, Afrika. Sebagai putra dari seorang guru besar, Quraish Shihab mendapatkan motivasi awal dan benih kecintaan terhadap bidang studi tafsir dari

Mesin Pencari Rizki

0

Labels:

Sebelum menjabarkan  seperti apakah mesin percari rizki itu? alangkah baiknya kt luruskan persepsi tentang apa sih sebenarnya rizki itu.. kadang kita berfikir kalau rizki itu adalah semata urusan duit, rizki itu hanya berbentuk rupiah, dolar, won, dan lain lain bentuk mata uang. tapi ternyata menurut Islam rizki tdklah sesempit itu karena boleh jadi orang dapet duit tapi tdk dapat rizki atau sebaliknya orang tdk dapet duit tapi dapat rizki,
Bohong, menipu, korupsi.... boleh jadi itu semua mendatangkan duit tapi belum tentu dapat rizki. Ada orang yg selalu konsinsten dengan pendapatnya, jujur, teguh pendirian utk tdk menerima sogokan membuat dia tdk mendapatkan duit akan tetapi Insya Allah orang seperti itulah yg mendapatkan Rizki.
Lalu apa itu Rizki?
  • Rizki adalah Ketenangan & Kedamaian
  • Rizki adalah keluarga sakinah, anak2 yg sehat, suami sholeh, istri yg sholehah
  • Rizki adalah teman yg baik, sahabat sejati
  • Rizki adalah Husnul khotimah. krn smua kt pasti nyari yg namanya khusnul khotimah, kalau ada yg jual pasti tu dibeli yg namanya husnul khotimah berapapun harganya, tapi sungguh disayangkan husnul khotimah gak dijual kecuali husnul khotimah binti Haji Qomar hehehehh...
  • dan lain sebagainya...
 Lalu seperti apakah mesin pencari rizki itu menurut Islam? ok... disini ana hanya menjabarkan beberapa dr sekian banyak mesin pencari rizkinya Allah menurut Islam :
  1. Sedekah. loh...kok sedekah mesin pencari rizki, apa hubungannya? logikanya seperti ini, rasulullah saw bersabda " Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi). Sekilas hadist ini memang membingungkan, bagaimana mungkin dgn bersedekah bisa mendatangkan rizki? menurut logika matematika dan hukum ekonomi "mengurangi sesuatu dari apa yang kita punya pasti akan mengurangi milik kita" akan tetapi ingat kawan... logika matematika dan hukum ekonomi itu adalah paradigma sekuler yg sangat berbeda dgn paradigma iman yg kita yakini karena satu rupiah yg kita keluarkan dijalan Allah, maka Allah akan membalasnya sepuluh kali lipat dan bahkan berlipat lipat. selanjutnya coba kita sedikit renungkan Qur'an surat  Al-baqarah ayat 261 :
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Tempat2 boleh Melakukan Maksiat

0

Labels:

*yg doyan maksiat pasti tertarik ngebaca catatan ini*

Dulu ust ana  pernah ngasi tahu, kita boleh melakukan maksiat jika maksiat itu dilakukan pd lima hal berikut ini :
  1. Lakukan di tempat yang tidak dilihat oleh Allah SWT
  2. Lakukan di tempat yang bukan buminya Allah SWT
  3. Lakukan dengan tidak menggunakan rezeki dari Allah SWT
  4. Lakukan jika bisa menolak kedatangan Malaikat Izrail yang mau mencabut nyawa
  5. Lakukan jika bisa melepas cengkeraman Malaikat Zabaniyyah yang akan melempar pelaku - pelaku  maksiat ke dalam api neraka
Nah,,,,bagi yg masih pengen maksiat tampa mendapat dosa ya harus kudu ngalakuinnya di 5 tempat tu.... silahkan mencoba!!!

Nikmatnya sebuah penantian

0

Labels:

Pekerjaan apa yang paling membosankan?
Menunggu!!!!!!
Ya sepasang pertanyaan dan jawaban yang seolah klise namun menemukan faktanya dalam dunia nyata. Siapa pun  akan resah dan gelisah jika di minta untuk menunggu. Apalagi jika menanti sesuatu yang tak pasti. Menanti yang pasti saja kadang menjenuhkan.

Menanti, menanti dan menanti entah berapa kali sudah kita sering menyelam dalam sebuah penantian. Dan sebanyak itu pula hati kita dongkol dan tak sabar untuk mengakhiri semua penantian. Jika boleh, semua asa yang terbesit dalam hati segara mewujud dalam fakta nyata. Namun fakta tak selamanya seindah harapan. Kadang penantian panjang untuk terwujudnya segenggam asa justru bermuara pada fakta yang jauh dari angan-angan.

Penantian panjang akan menjadi episode wajib dalam hidup kt, Bahkan mungkin saat anda membacacatatan  ini anda telah hanyut dalam sebuah penantian panjang. Namun hebatnya seorang pejuang sejati justru akan merasa nikmat dalam lantunan merdu nada penantian. Jika kebanyakan orang resah hatinya ketika harus melalui suatu penantian namun akibat suatu kekuatan dahsyat yang dimiliki seorang pejuang penantian itu justru menjadi indah.
Penantian menjadi sesuatu yang indah karena sang penanti memiliki aura spirit yang berasal dari kobaran akidah. Memang banyak hal-hal aneh yang bisa diwujudkan oleh aktivis dakwah kampus yang ideologis. Salah satunya membuat penantian menjadi indah.


Santri Teladan

0

Labels:

بسم الله الرحمن الرحيم
Alkisah disebuah Pesantren tempat para santri menuntut ilmu.....
Suatu hr sang Kyai mengumpulkan murid2,y antara lain papuk jabal, Adi Bedore-dore, Amak Otjong, Berangkak kebon, Pak Guru, Inak itet, dan beberapa santri yg lain.
para santri saling liat krn mereka tdk mengerti kenapa dikumpulkan pd hr itu!!!
kemudian pak kyai membagikan seekor ayam dan sebuah pisau kpd masing2 santri lalu berkata :
"ayam ini harus kalian potong ditempat yg menurut kalian tdk seorangpun bisa melihatmu saat memotong ayam ini"
kemudian para santripun menyebar mencari tempat yg sepi dan tdk diliat orang. ada yg dibalik gunung, ada yg kedalam goa, termasuk adi bedore-dore yg memotong ayam,y sambil bersembunyi diloang bebalok serta amak otjong memotong ayamnya didlm wc sambil bejengkEh kebetulan ye sakit tian.
tdk beberapa lama para santripun berkumpul kembali menghadap pak kyai sambil membawa ayam,y yg sdh dipotong. terkecuali papuk jabal yg membawa ayam msh hidup dan blum dipotong.....
Kyai pun bertanya pd papuk jabal : "knp kamu tdk memotong ayam itu padahal itu adalah perintahku"?
Papuk jabal menjawab : " maaf pak kyai....kesana-kemari sy mencari tempat sepi yg tdk dilihat oleh orang lain tpi sy tdk menemukannya, krn dimanapun sy bersembunyi pasti Allah melihat sy,
sy bersembunyi dibenteng...Allah melihat sy, hatta sekalipun sy masuk bersembunyi kedalam batu...sudah pasti Allah melihat sy, itulah sebabnya kenapa sy tdk memotong ayam ini"
mendengar kt2 papuk jabal sang kyai hy manggut2 dan para santri yg lainpun baru tersadar...tentang maksud pak kyai memberikan seekor ayang dan sebuah pisau.

sodaraku......byk hal yg dapat kita petik dr cerita ini, namun yg paling point adalah tanamkan kenyakinan dlm diri kita bahwa Allah selalu bersamamu, jauhi maksiat sekecil apapun krn Allah selalu mengawasimu,,,,,,,dan yg paling penting jaga ibadahmu terutama sholat 5 waktu dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun keadaanmu jgn sampe ditinggalkan, krn tdk ada alasan utk meninggalkan sholat kecuali badan ini sdh tak bernyawa...mudah2an bermamfaat.

wallahu a'lam biisowab........

Ikhtiar nyari jodoh

0

Labels:

di akun fesbuk , sy dikirimkan pesan pertanyaan lewat inbox oleh seorang sahabat yg sy th memang sdh siap u,menikah. yg pertanyaan kira2 begini :
"ass...akhi,,ana lagi berikhtiar nyari jodoh, mohon doa dan penjelasan,y? wanita yg bagemana yg sebaik,y ana pilih buat pasangan hidup? trima ksh sebelum,y...wassalam"
sy mencoba ngasih jawaban seperti ini :
nikahilah perempuan itu  karena empat hal, yaitu hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar selamat dirimu. (HR. Bukhari dan Muslim) Agama tercermin dari akhlaknya. Perangainya yang luhur dan budi pekertinya yang baik. Indikatornya adalah rasa nyaman yang dirasakan setiap orang ketika berada di dekatnya .
Layaknya manusia biasa akan tetap saja ada kekurangan dalam tiap diri masing-masing tapi yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak bahwa kita diciptakan untuk saling melengkapi karena kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita masing-masing. Ingatlah bahwa kesempurnaan itu hanyalah milik Allah, Rabbul'alamin
klu  akhi mencari yg secantik siti zulaekha, ato yg sepintar siti aisyah ra, ato mungkin akhi berkeinginan mencari istri sesholehah siti fatimah bt Muhammad SAW....pertanyaanya :
apakah  diri ini  setampan Yusuf as?. atao mungkinkah diri ini semulia baginda nabi Muhammad SAW  serta sudahkah diri ini sesholeh Ali ra..???
sekali akhi yg penting agama,y mantab!!! tunggu apalagi...??
klu memang kt sdh mampu mengarungi lautan kenapa  masih berdiam dikubangan saja!!!! mudahan bermanfaat.
wasssalam...

Tsunami dan sejarahnya

0

Labels:

Kata tsunami berasal dari bahasa jepang, tsu berarti pelabuhan, dan nami berarti gelombang. Tsunami sering terjadi Jepang. Sejarah Jepang mencatat setidaknya 195 tsunami telah terjadi.

Pada beberapa kesempatan, tsunami disamakan dengan gelombang pasang. Dalam tahun-tahun terakhir, persepsi ini telah dinyatakan tidak sesuai lagi, terutama dalam komunitas peneliti, karena gelombang pasang tidak ada hubungannya dengan tsunami. Persepsi ini dahulu populer karena penampakan tsunami yang menyerupai gelombang pasang yang tinggi.

Tsunami dan gelombang pasang sama-sama menghasilkan gelombang air yang bergerak ke daratan, namun dalam kejadian tsunami, gerakan gelombang jauh lebih besar dan lebih lama, sehingga memberika kesan seperti gelombang pasang yang sangat tinggi. Meskipun pengartian yang menyamakan dengan "pasang-surut" meliputi "kemiripan" atau "memiliki kesamaan karakter" dengan gelombang pasang, pengertian ini tidak lagi tepat. Tsunami tidak hanya terbatas pada pelabuhan. Karenanya para geologis dan oseanografis sangat tidak merekomendasikan untuk menggunakan istilah ini.

Hanya ada beberapa bahasa lokal yang memiliki arti yang sama dengan gelombang merusak ini. Aazhi Peralai dalam Bahasa Tamil, ië beuna atau alôn buluëk (menurut dialek) dalam Bahasa Aceh adalah contohnya. Sebagai catatan, dalam bahasa Tagalog versi Austronesia, bahasa utama di Filipina, alon berarti "gelombang". Di Pulau Simeulue, daerah pesisir barat Sumatra, Indonesia, dalam Bahasa Defayan, smong berarti tsunami. Sementara dalam Bahasa Sigulai, emong berarti tsunami.

Penyebab Terjadinya Tsunami

Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Lombok bag.2

0

Labels:

Pengaruh Tarekat terhadap Kesalehan Individu

Pengaruh tarekat terhadap para pengikutnya sangat nyata
terlihat dalam pengamalan ritual-keagamaan. Mereka menjadi terikat
oleh suatu sistem dan teknik tertentu dalam berzikir khususnya
sebagaimana diajarkan oleh mursyid. Secara umum mereka
menikmati kebiasaan baru ini karena memang mereka sudah
memasrahkan jiwanya kepada mursyid. Bagi yang masuk kategori
ini, menekuni amalan tarekat akan menjadikan kehidupan terasa lebih menenteramkan.
Antara lain, seperti pengakuan Zainun, yang mengaku dibai’at
secara langsung oleh TGH. Abhar pada tahun 1988 secara
jama’i/bersama-sama dengan orang lain. Dikatakannya;

Dengan masuk tarekat, menambah ketenangan jiwa persis seperti
firman Allah “alâ bi dzikrillâhi tathmainnul qulûb”. Kalau sudah lama
mengamalkan ajaran tarekat seperti saya alami, bahkan bisa
ketagihan. Tak ada malas-malas. Terhadap dunia, karena saya
semakin bisa menyikapi dengan zuhud dan bisa membatasi diri.25
Pengikut lain, H. As’ad Ma’rif, menuturkan pengalamannya;
Saya dulu diba’ait oleh Datuk sewaktu pondok masih di Timur
(Pagutan dekat pasar, pen). Sampai kini, alhamdulillah masih aktif
terus. Saya selalu mengikuti pengajian hari ahad, juga kadangkala hari
selasa dari pada nganggur di rumah (Biasanya selasa untuk ibu-ibu,
pen). Rasa-rasanya enak, bersahaja, tenang begitu …. Apalagi kalau
ingat menghadapi mati nanti, syukur rasanya saya sudah masuk
tarekat. Makanya Mas ikut saja, biar merasakan nikmatnya. Kalau
orang tidak ahli zikir bisa macam-macam yang terjadi waktu sakaratul
maut. Kan itu tergantung bagaimana kebiasaan orang, yang biasanya
mencuri atau sabung ayam, tentu beda dengan yang ahli ibadah. Lalu
seminggu sekali kami dari Jempong Barat mengadakan kegiatan rutin
di masjid Nurul Huda, yaitu istighatsah, yang dipimpin oleh H.
Mukhtar beliau ini murid Datuk Bahar juga yang menjadi ketua
jama’ah di daerah kami. Jadi, motivasi utama umumnya para pengikut adalah
meningkatkan keimanan, tidak lebih dan tidak kurang.

Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Lombok bag.1

5

Labels:

Abstrak
Dibanding tarekat lain, Qadiriyah-Naqsyabandiyah adalah aliran yang paling banyak berkembang di Lombok, terutama jika dilihat dari jumlah pengikutnya yang mencapai puluhan ribu. Di beberapa tempat daerah ini, eksistensi tarekat terasa kuat daya magnetnya khususnya di kalangan kaum awam, yang mana mereka menaruh kepercayaan secara hampir mutlak kepada mursyidnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Pagutan dan Praya memiliki ajaran dasar yang sama yaitu zikir jahr dan khafy. Yang pertama adalah dengan melakukan zikir nafy itsbât dengan membaca lâ ilâha illa Allâh bersuara keras, sedangkan yang kedua melakukan zikir ism zat dengan mengucapkan lafaz Allâh di dalam hati. Ajaran lain bertumpu pada penguatan ubudiyah dan peningkatan akhlaq yang menekankan pada keselarasan aspek syarî’ah, tharîqah, dan haqîqah. Ritual-ritual ini membentuk kesalehan individu di
kalangan anggota jama’ah tarekat, ditandai oleh adanya pengakuan makin mendalamnya pengalaman dan rasa

kedekatan pada Allah, dapat menjauhkan dari maksiat, meningkatkan keimanan dan menambah rasa khusyu’ dalam beribadah. Sedangkan kesalehan sosial yang bisa dilihat secara praktis adalah dari segi komitmen dan ketulusan mereka untuk membantu sesama, namun hanya dalam batas-batas yang sederhana. Pergulatan antara dua bentuk kesalehan ini ditandai oleh dominannya orientasi kesalehan individual dan
terbatasnya kemampuan bagi ekspresi kesalehan sosial.
Kata kunci: tarekat, kesalehan, ritual, zikir, sosial

Tafsir Ibnu Katsir

0

Labels:

Ismail bin Katsir (Bahasa Arab : إسماعيل بن كثير ) adalah seorang pemikir dan ulama Muslim. Namanya lebih dikenal sebagai Ibnu Katsir, ia lahir pada tahun 1301 di Busra, Suriah dan wafat pada tahun 1372 di Damaskus, Suriah. Tercatat, guru pertamanya adalah Burhanuddin al-Fazari, seorang ulama penganut mazhab Syafi'i. Ia berguru kepada Ibnu Taymiyyah di Damaskus, Suriah dan kepada Ibnu al-Qayyim. Ibnu Katsir menulis tafsir Qur'an yang terkenal yang bernama Tafsir ibnu Katsir. Hingga kini, tafsir ini merupakan yang paling sering digunakan dalam dunia Islam.

Ia mendapat arahan dari ahli hadis terkemuka di Suriah, Jamaluddin al-Mizzi, yang di kemudian hari menjadi mertuanya. Tak tanggung-tanggung, ia pun sempat mendengar langsung hadis dari ulama-ulama Hejaz serta memperoleh ijazah dari Al-Wani.

Tidak hanya sebagai guru, ia pun banyak menulis kitab ilmu hadis. Di antaranya yang terkenal adalah :

1. Jami al-Masanid wa as-Sunan (Kitab Penghimpun Musnad dan Sunan) sebanyak delapan jilid, berisi nama-nama sahabat yang banyak meriwayatkan hadis;
2. Al-Kutub as-Sittah (Kitab-kitab Hadis yang Enam) yakni suatu karya hadis;
3. At-Takmilah fi Mar'ifat as-Sigat wa ad-Dhua'fa wa al-Mujahal (Pelengkap dalam Mengetahui Perawi-perawi yang Dipercaya, Lemah dan Kurang Dikenal);
4. Al-Mukhtasar (Ringkasan) merupakan ringkasan dari Muqaddimmah-nya Ibn Salah; dan
5. Adillah at-Tanbih li Ulum al-Hadits (Buku tentang ilmu hadis) atau lebih dikenal dengan nama Al-Ba'its al-Hadits.

Tahun 1366 diangkatlah Ibnu Katsir menjadi guru besar oleh Gubernur Mankali Bugha di Masjid Ummayah Damaskus. Ia memiliki metode sendiri dalam

Tafsir Jalalain

0

Labels:

Kitab tafsir ini, sesuai kata pengantar penerjemahnya (Mahyudin Syaf dan Bahrun Abubakar, Lc.) merupakan kitab tafsir yang menonjolkan segi pembahasan ilmu nahwu, sharaf dan qira-ahnya atau penganalisaan segi susunan kalimat, asal-usul kata-katanya, dan segi bacaannya.

Kitab Tafsir Jalalain terdiri atas 2 jilid, masing-masing ditulis oleh seorang penulis. Mulai dari surat Al Baqarah hingga akhir surat Al Isra ditulis oleh Al-'Allamah al-Muhaqqiq Jalalud-Din as-Suyuthi. Sedangkan mulai dari surat Al-Kahfi hingga surat An-Naas ditulis oleh Al-Allamah al-Muhaqqiq Jalalud_din Muhammad ibnu Ahmad al-Mahalliy

Sejarah dan metode penafsiran

0

Labels:

Tafsir berasal dari kata al-fusru yang mempunyai arti al-ibanah wa al-kasyf (menjelaskan dan menyingkap sesuatu). Makna ini tampak sesuai dengan Surat Al Furqan ayat 33:

“wa laa ya`tuunaka bimatsalin illaa ji`naaka bil haqqi wa ahsana tafsiiran”

Menurut pengertian terminologi, seperti dinukil oleh Al-Hafizh As-Suyuthi dari Al-Imam Az-Zarkasyi ialah ilmu untuk memahami kitab Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, menjelaskan makna-maknanya, menyimpulkan hikmah dan hukum-hukumnya.

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril dalam bahasa Arab dengan segala macam kekayaan bahasanya. Di dalamnya terdapat penjelasan mengenai dasar-dasar aqidah, kaidah-kaidah syariat, asas-asas perilaku, menuntun manusia ke jalan yang lurus dalam berpikir dan beramal. Namun, Allah SWT tidak menjamin perincian-perincian dalam masalah-masalah itu sehingga banyak lafal Al-Qur’an yang membutuhkan tafsir, apalagi sering digunakan susunan kalimat yang singkat namun luas pengertiannya. Dalam lafazh yang sedikit saja dapat terhimpun sekian banyak makna. Untuk itulah diperlukan penjelasan yang berupa tafsir Al-Qur'an.innalloha ma'assobirin

Sejarah Tafsir Al-Qur'an

Sejarah ini diawali dengan masa Rasulullah SAW masih hidup seringkali timbul beberapa perbedaan pemahaman tentang makna sebuah ayat. Untuk itu mereka dapat langsung menanyakan pada Rasulullah SAW. Secara garis besar ada tiga sumber utama yang dirujuk oleh para sahabat dalam menafsirkan Al-Qur'an :

  1. Al-Qur'an itu sendiri karena kadang-kadang satu hal yang dijelaskan secara global di satu tempat dijelaskan secara lebih terperinci di ayat lain.
  2. Rasulullah SAW semasa masih hidup para sahabat dapat bertanya langsung pada Beliau SAW tentang makna suatu ayat yang tidak mereka pahami atau mereka berselisih paham tentangnya.
  3. Ijtihad dan Pemahaman mereka sendiri karena mereka adalah orang-orang Arab asli yang sangat memahami makna perkataan dan mengetahui aspek kebahasaannya. Tafsir yang berasal dari para sahabat ini dinilai mempunyai nilai tersendiri menurut jumhur ulama karena disandarkan pada Rasulullah SAW

Sekelumit tentang Al Quran

0

Labels:



Al-Qur'an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak. Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur'an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis.

Penurunan Al-Qur'an

Al-Qur'an tidak turun sekaligus. Al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.

Penulisan Al-Qur'an dan perkembangannya

Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.
Pengumpulan Al-Qur'an di masa Rasullulah SAW

Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an setelah wahyu diturunkan.

Zuhud

0

Labels:

Dari Abul-Abbas Sahl bin Sa’d As-Sa’idi rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkan aku suatu amal, jika aku lakukan akau akan dicintai Alloh dan dicintai oleh manusia. “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zuhudlah terhadap dunia, niscaya dicintai Alloh dan zuhud lah terhadap apa yang dimiliki orang lain, niscaya mereka akan mencintaimu” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan imam yang lainnya dengan sanad yang shahih)
Cinta Alloh dapat diraih dengan menunaikan hak-hakNya dan demikian juga cinta manusia dapat diraih dengan menunaikan hak-haknya dan memperlakukan mereka secara adil dan baik. Mendapat cinta Alloh adalah tujuan utama seorang hamba dalam hidupnya, maka wajib bagi seorang hamba untuk mengetahui hal-hal yang mendatangkan kecintaan Alloh. Yg salah satu,y adalah Zuhud
Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat. Maka zuhud terhadap dunia maksudnya apabila berbuat bukan demi mendapatkan nilai duniawi tetapi semata-mata lillah, maka sama saja baginya mendapat pujian atau mendapat celaan manusia.
Zuhud terhadap milik manusia maksudnya tidak ada dalam hatinya keinginan dan perhatian terhadap sesuatu yang menjadi milik orang lain. Barang siapa yang bisa merealisasikan dalam dirinya zuhud dengan pengertian di atas maka dia akan meraih cinta Alloh dan cinta manusia. insya Allah..............

"LAIN SYAKARTUM LA-ADZII DANNAKUM WALAIN KAFARTUM INNA AZABI LASYADIID"

3

Labels:

Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti
Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Orang yang paling beruntung dalam hidup ini bukanlah yg memiliki harta banyak,
pangkat tinggi, gelar,kedudukan dan lainnya, melainkan yg terpenting adalah: 1. Orang yang diberi nikmat kemudian ia bersyukur. 2. Orang yang ketika diberi ujian Allah kemudian ia bersabar, karena kesyukuran dan kesabaran itulah yang membuat dirinya semakin dekat dengan Allah swt.
Oleh karena itulah jika kita berdoa kepada Allah meminta harta, ilmu dan pangkat, ini belum tentu akan membawa kebaikan bagi kita Bila tidak disertai dengan sikap bersyukur dan bersabar, mungkin sebaliknya itu akan menjadi fitnah. Tidak sedikit orang terkenal, tapi berakhir hidupnya dengan bunuh diri. Tidak sedikit orang yang berkedudukan tetapi terhina justru karena kedudukannya.
banyak orang yang menderita dengan keindahan rupanya. Orang yang berharta banyak tetapi
diliputi oleh rasa takut dan kekhawatir akan hartanya, sehingga bertambah kehinaannya karena ketamakannya.
Jadi kalau kita hendak berdoa kepada Allah, sertakanlah kita menjadi orang yang mengingati Nya dan banyak bersyukur di atas anugrah Nya. Karena boleh jadi nikmat itu berubah menjadi laknat atau azab bergantung pd sikap kita . Maka Rasulullah saw. Mengajarkan, hendaklah senantiasa berdoa :
"ALLAHUMMA AINNI A’LA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI IBADATIKA".
Ya Allah jadikanlah kami hamba Mu yang sentiasa mengingati Mu dan Hamba mu yang sentiata
mensyukuri nikmat Mu, dan hamba Mu yang melakukan amal kebaikan karena Mu.
Akhi fillah,,,,,,.
Sering di antara kita lebih sibuk memikirkan nikmat yang belum ada dan belum sampai, padahal nikmat kita itu tidak akan tertukar, Allah menciptakan makhluk lengkap dengan rejekinya. kewajiban kita hanya usaha, ihktiar yg diiringi doa setelah itu Tawaktu alallah....biarlah allah yg ngaturnya.
“WA MAA MIN DAABBATIN FIL ARDY ILLA A’LALLAHI RIZQUHAA”
Dan bagi setiap makhluk yang melata di muka bumi, Allahlah yang menanggung rizkinya.
Yang harus selalu kita risaukan adalah justru kita tidak mensyukurinya. Setiap nikmat kalau
disyukuri akan mendatangkan nikmat yang lebih besar. Setiap nikmat kalau disyukuri akan
membuka pintu nikmat yang lainnya. ……………Oleh karena itu, kegigigihan kita sebagai ahli
syukur inilah yang sebetulnya harus kita miliki, kalau kita ingin menikmati hidup ini.
Ahli syukur, adalah seseorang yang hatinya tidak merasa memiliki dan dimiliki, kecuali menyadari semuanya milik Allah. Tidak ada nikmat sekecil apa pun kecuali dari Allah. Tidak ada istilah kebetulan, melainkan semua nikmat diatur oleh Allah swt. Sekali lagi Orang yang senantiasa bersyukur (ahli syukur) cirinya :
1. Sekecil apapun nikmat akan disyukurinya. Akibatnya akan merasakan kebahagiaannnya
sampai ke hal-hal yang kecil. Berbeda dengan yang tidak tahu bersyukur, dia letih dan susah
memikirkan nikmat yang belum ada. Akibatnya jangankan nikmat yang belum ada, yang sudah
ada saja tak ternikmati. Ingatlah Ahli syukur tidak pernah kehilangan kesempatan untuk
menikmati setiap nikmatnya, krn sikap syukurnya itu yang membuat ia nikmat.
2. Ahli syukur , Selalu memuji Allah dalam setiap kesempatan. Setiap kali ia mendapat pujian
tidak merasa itu miliknya. Semua yang membuatkan kita dipuji adalah karunia Allah. Oleh karena itulah tidak layak kita menjadi orang yang menikmati pujian, sehingga kita membohongi diri sendiri. Sebaik-baik orang yang bersyukur, yang selalu berbahagia adalah yang ketika dipuji
mengembalikan pujian itu kepada Allah swt. Dengan Ucapan “Al-Hamdulillah Rabbil A’lamin”
Segala puji hanyalah bagi Allah, hanyalah milik Allah, tuhan sekalian alam.
3. Ahli Syukur, Selalu berterima kasih kepada orang yang menjadi jalan nikmat bagi dirinya.
Semua nikmat ada jalur-jalurnya. Mungkin nikmat kita melalui seseorang. Orang yang tahu
bersyukur itu senang sekali untuk merenungi dan mengingati kebaikan orang lain dan
membalasnya. Dan orang-orang yang bersyukur inilah yang akan menikmati kehidupan yang
penuh dengan nikmat.
4. Ahli Sykur, akan memanfaatkan nikmat yang ada untuk mendekatkan diri kepada Allah. Lisan mengucapkan Al-Handulilah kepada Allah dan terima kasih kepada sesama manusia. dahi
dipakai banyak bersujud. Mata dipakai melihat kebenaran ilmu dan Al Quran. Lidah dipakai
banyak menyebut nama Allah, berdoa, menasehati kebaikan dan kebenaran, dan harta kekayaan dinafkahkan di jalan Allah.
Ingtalah bahwa Ilmu, kekayaan dan kesempatan adalah nikmat.
Allah menjanjikan setiap nikmat yang disyukuri akan mengundang nikmat yang lainnya. Tidak
usah bingung terhadap nikmat yang belum ada, karena nikmat yang belum ada bukan urusan
kita, itu hak mutlak Allah. Urusan kita mensyukuri nikmat yang ada.
Akhi fillah.......
Nikmatnya ahli syukur ialah akan bebas dari fikiran yang sia-sia, dari menyusahkan dirinya, bahkan akan dimudahkan oleh Allah untuk mendapatkan nikmat-nikmat yang belum terpikirkan olehnya.
Kita yakinkan dalam diri kita : kita banyak angan-angan dan keinginan yang kita harapkan, tetapi tidak semua yang diharapkan akan kita dapatkan, kewajiban kita adalah mensyukuri apa yang kita peroleh, maka jadilah manusia Ahli Syukur.
Amin Allahumma Aminn.........

Syuhroh (Popularitas)

0

Labels:

Ketenaran (popularitas) memang mahal harganya. Betapa banyak orang yang rela mengorbankan banyak harta benda hanya karena untuk memperoleh ketenaran. Mereka selalu berusaha tampil beda agar bisa menarik perhatian umat dunia. Bahkan ada yang rela untuk melakukan hal-hal yang aneh dan yang diharamkan oleh Allah hanya untuk memperoleh popularitas (sebagaimana penulis pernah membaca pengakuan seorang wanita yang rela untuk berfoto setengah telanjang -bukan setengah lagi, tapi 90%, karena hanya tersisa beberapa utas benang atau secarik kain yang menutupi tubuhnya, “awas jangan dibayangkan!!”-, padalah dia hanya dibayar sangat rendah. Dia mengaku bahwasanya semua itu agar dia menjadi tenar. Na’udzu billahi min dzalik), yang toh setelah perjuangan dan pengorbanannya tersebut dia belum tentu tersohor. Kalaupun terkenal, toh belum tentu bertahan lama. Namun bagaimanapun popularitas merupakan sesuatu impian yang didambakan oleh banyak manusia
Sebagaimana yang kita saksikan sekarang ini. Hampir seluruh keanehan-keanehan yang dilakukan oleh manusia sesungguhnya dikarenakan cinta popularitas. Kita lihat ada orang yang mengecet rambutnya bewarna warni, ada yang kepalanya setengah gundul dan setengahnya rambutnya panjang hingga bahunya dan dicat hijau ada yang rambutnya cuma ditengah saja panjang adapun sisanya gundul padahal saat itu dia mungkin dia lagi umroh, ada yang dipotong seperti warna macan tutul (botak gundul, botak gundul), ada yang tengahnya gundul dan kanan kiri kepalanya ada rambutnya, ada yang seluruh kepalanya gundul namun tersisia satu pelintiran yang panjang sekali, dan model-model yang lainnya yang banyak sekali dan aneh-aneh. Ini, padahal baru masalah rambut, belum masalah telinga, hiasan leher, apalagi model pakaian. Yang semua ini hanyalah dilakukan demi ketenaran. Demi Allah, seandainya salah mereka itu tinggal di hutan yang tidak ada manusianya sama sekali kecuali dia sendiri, dan dia hanya berteman binatang dan pepohonan, demi Allah dia tidak akan melakukan hal-hal aneh yang telah dia lakukan, karena tidak ada manusia yang memperhatikannya. Kalau dia tetap aneh juga maka dia akan terkenal diantara para hewan. Popularitas merupakan kenikmatan dunia yang mahal harganya.

Penyakit cinta ketenaran ternyata tidak hanya menimpa orang awam saja yang tidak mengetahui perkara-perkara agama, namun juga menjangkiti para ahli ibadah dan para penuntut ilmu syar’i. Walaupun memang bentuknya berbeda, namun hakekatnya sama adalah cinta popularitas. Ahli ibadah juga pingin kesungguhannya dalam beribadah diketahui oleh para ahli ibadah yang lain, ahli ilmu pun ingin orang lain tahu bahwasanya dia adalah seorang yang pandai, sehingga akhirnya martabatnya tinggi dihadapan manusia. Penyakit inilah yang dalam kamus agama disebut penyakit riya’ (pingin dilihat orang) dan sum’ah (pingin didengar orang).

Manusia begitu bersemangat untuk menutupi kejelekan-kejelekan mereka, mereka tutup sebisa mungkin, kejelekan sekecil apapun, dibungkus rapat jangan sampai ketahuan. Hal ini dikarenakan mereka menginginkan mendapatkan kehormatan dimata manusia. Dengan terungkapnya kejelekan yang ada pada mereka maka akan turun kedudukan mereka di mata manusia. Seandainya mereka juga menutupi kebaikan-kebaikan mereka, -sekecil apapun kebaikan itu, jangan sampai ada yang tahu, siapapun orangnya (saudaranya, sahabat karibnya, guru-gurunya, anak-anaknya, bahkan istrinya) tidak ada yang mengetahui kebaikannya- , tentunya mereka akan mencapai martabat mukhlisin (orang-orang yang ikhlas). Mereka berusaha sekuat mungkin agar yang hanya mengetahui kebaikan-kebaikan yang telah mereka lakukan hanyalah Allah. Karena mereka hanya mengharapkan kedudukan di sisi Allah. Berkata Abu Hazim Salamah bin Dinar “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan kejelekan-kejelekanmu.”
Dalam riwayat yang lain yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi beliau berkata, “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)”.
Oleh karena itu banyak para imam salaf yang benci ketenaran. Mereka senang kalau nama mereka tidak disebut-sebut oleh manusia. Mereka senang kalau tidak ada yang mengenal mereka. Hal ini demi untuk menjaga keihlasan mereka, dan karena mereka kawatir hati mereka terfitnah tatkala mendengar pujian manusia.

Berkata Imam Ahmad: “Aku ingin tinggal di jalan-jalan di sela-sela gunung-gunung yang ada di Mekah hingga aku tidak dikenal. Aku ditimpa musibah ketenaran”.

Tidak seorangpun diantara kita yang meragukan akan kesungguhan para sahabat dalam beribadah. Namun walaupun demikian, mereka tidaklah ujub, atau memamerkan amalan mereka kapada manusia, jauh sekali dengan kita, sudah amalannya sedikit, namun diceritakan kemana-mana (Bahkan kalau bisa orang sedunia mengetahuinya). Ada yang berkata, ”Dakwah saya disana…, disini…”, ada juga yang berkata,”Yang menghadiri majelis saya jumlahnya sekian dan sekian…” (padahal kalau dihitung belum tentu sebanyak yang disebutkan, atau memang benar yang hadir majelisnya banyak tetapi tidak selalu. Terkadang yang hadir dalam sebagian majelisnya cuma sedikit, namun tidak dia ceritakan, atau yang hadir banyak tapi pada ngantuk semua, juga tidak dia ceritakan. Pokoknya dia ingin gambarkan pada manusia bahwa dia adalah da’i favorit), ada yang berkata, “Saya sudah baca kitab ini, kitab itu.. hal ini sebagaimana termuat dalam kitab ini atau kitab itu…”(padahal belum tentu satu kitabpun dia baca dari awal hingga akhir, atau bahkan belum tentu dia baca sama sekali secara langsung kitab itu. Namun dia ingin gambarkan pada manusia bahwa mutola’ahnya banyak, agar mereka tahu bahwa dia adalah orang yang berilmu dan gemar membaca). Yang mendorong ini semua adalah karena keinginan mendapat penghargaan dan penghormatan dari manusia.

Wahai saudaraku, ketahuilah… sesungguhnya ikhlas adalah sesuatu yang sangat berat, penuh perjuangan untuk bisa meraihnya. Pintu-pintu yang bisa dimasuki syaitan untuk bisa merusak keikhlasan kita terlalu banyak. Tatkala kita sedang beramal maka syaitanpun berusaha untuk bisa menjadikan kita riya’, kalau tidak bisa menjadikan kita riya’ di permulaan amal, maka dia akan berusaha agar kita riya’ di pertengahan amal. Kalau tidak mampu lagi maka di akhir amalan kita.
Kalau seseorang telah selamat dari tipu daya syaitan hingga selesai amalnya, ingatlah…syaitan tidak putus asa. Dia mulai menggelitik hati orang tersebut dan merayu orang tersebut untuk menceritakan amalan solehnya pada manusia, dan syaitan menipunya dengan berkata, ”Ini bukanlah riya…, supaya kamu bisa dicontohi manusia…”. Akhirnya terjebaklah orang tersebut dan diapun mengungkapkan kebaikan-kebaikannya dihadapan orang, maka bisa jadi diapun menceritakan kabaikan-kebaikannya pada manusia karena riya’, maka ini merupakan kecelakaan baginya, atau kalau tidak maka minimal pahalanya berkurang.
Allah berfirman, yang artinya:
“Jika kalian menampakkan sedekah kalian maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir maka menyembunyikanya itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian, dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al-Baqoroh: 271).
Wallahu a'lam bissawab.

Ikhtiar, Doa dan Tawakkal

0

Labels:

Di dalam kehidupan ini, ada empat kemungkinan yang dapat kita jumpai di dalam urusan
berikhtiar, apapun bentuk ikhtiar yang kita dilakukan. Kemungkinan pertama, seringkali kita temui orang yang berusaha dan berhasil. Kemungkinan kedua, ada juga orang yang walaupun telah berusaha dengan sekuat tenaga, tetapi kemudian tujuannya tidak tercapai. Yang ketiga, walau pun agak jarang tetapi ada juga orang yang sebenarnya tidak berusaha, atau usaha yang dilakukannya itu minimal, tetapi juga berhasil. Yang terakhir, lebih sering kita jumpai orang yang
tidak berusaha, dan tidak berhasil. Jadi, ada orang yang berusaha lalu berhasil; ada yang berusaha tetapi tidak berhasil; tidak berusaha tapi berhasil dan terakhir, tidak berusaha tidak berhasil.

Keempat fakta ini menunjukkan kepada kita, bahwa kita tidak bisa dengan pasti mengetok palu, memastikan bahwa keberhasilan yang kita akan peroleh berbanding sejajar dengan usaha yang kita lakukan. Kalau hal ini kita yakini, maka kita cenderung tidak akan mau menerima yg namanya kegagalan. Yang harus kita yakini adalah kita berkewajiban berusaha, berusaha dengan segenap kemampuan kita untuk mencapai suatu tujuan diiringi dengan doa. Kemudian setelah kita berusaha dengan maksimal, hasilnya kita serahkan kepada kehendak Ilahi.
Konsep yang harus kita tanamkan di dalam berusaha adalah la haula wa la quwwata illa billah, tiada daya dan kekuatan selain daya dan kekuatan milik Allah. Setelah berikhtiar dan berdoa, kita serahkan kepada Allah, bukan menyombongkan jerih-payah dan upaya yang telah kita lakukan. Maka kalau konsep ini sudah tertanam di dalam jiwa kita, ketika berhasil kita tidak lantas bersorak lalu
mengepalkan tinju tinggi-tinggi sambil berteriak, yes! Tidak lupa diri, tetapi justru segera mengingat Allah mengucap syukur memuji karunia-Nya. Sebaliknya, ketika gagal kita tidak lantas menekuk muka, putus asa menganggap kegagalan sebagai akhir dari segalanya. Tetapi kita lantas segera muhasabah, introspeksi diri mencari penyebab kegagalan untuk perbaikan di masa datang, sambil mengingat bahwa semua cobaan datang dari Allah, dan di balik kesulitan terdapat kemudahan serta terkandung hikmah didalamnya.
Yakinlah, bahwa walau pun gagal, usaha yang telah kita lakukan akan dinilai sebagai suatu kebaikan di sisi Allah. Sebuah hadis menjelaskan kepada kita, dengan makna bahwa seandainya kita mempunyai pengetahuan yang sangat jelas bahwa esok akan datang hari kiamat, sedangkan di tangan kita terdapat sebutir biji kacang, kita dilarang untuk membuangnya. Tetapi kita disuruh untuk menanamnya walau pun kita tahu betul bahwa esok akan kiamat. Bukan hasil yang dilihat oleh Allah SWT, akan tetapi jerih payah kita menanam biji kacang itulah yang akan dicatat sebagai suatu kebaikan.

Sekali lagi, mari kita tanamkan konsep la haula wa la quwwata illa billah di dalam setiap bentuk usaha kita agar ketika berhasil kita tidak lantas sombong, lupa daratan, dan tidak terpuruk ketika gagal.
Wallahu a’lam bishowab.

MENGENAL BID'AH

0

Labels:

Bid`ah amaliyah adalah penetapan satu ibadah dalam agama ini padahal ibadah tersebut tidak disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan perlu diketahui bahwasanya setiap ibadah yang tidak diperintahkan oleh Penetap syariat (yakni Allah ta`ala) baik perintah itu wajib ataupun mustahab(sunnah) maka itu adalah bid`ah amaliyah dan masuk dalam sabda nabi shallallahu alaihi wasallam :
"Siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak di atas perintah kami maka amalannya itu tertolak".
Karena itulah termasuk kaidah yang dipegangi oleh para imam termasuk Imam Ahmad rahimahullah dan selain beliau menyatakan : "Ibadah itu pada asalnya terlarang (tidak boleh dikerjakan)" Yakni tidak boleh menetapkan/mensyariatkan satu ibadah kecuali apa yang disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan mereka menyatakan pula : "Muamalah dan adat (kebiasaan) itu pada asalnya dibolehkan
(tidak dilarang)" Oleh karena itu tidak boleh mengharamkan sesuatu dari muamalah dan adat tersebut kecuali apa yang Allah ta`ala dan rasul-Nya haramkan.
Sehingga termasuk dari kebodohan bila mengklaim sebagian adat yang bukan ibadah sebagai bid`ah yang tidak boleh dikerjakan, padahal
perkaranya sebaliknya (yakni adat bisa dilakukan) maka yang menghukumi adat itu dengan larangan dan pengharaman dia adalah ahlu bid`ah (mubtadi). Dengan demikian, tidak boleh mengharamkan satu adat kecuali apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Dan adat itu sendiri terbagi tiga :

  1. yang membantu mewujudkan perkara kebaikan dan ketaatan maka adat seperti ini termasuk amalan qurbah (yang mendekatkan diri kepada Allah).
  2. yang membantu/mengantarkan kepada perbuatan dosa dan permusuhan maka adat
    seperti ini termasuk perkara yang diharamkan.
  3. adat yang tidak masuk dalam bagian pertama dan kedua (yakni tidak masuk dalam amalan qurbah dan tidak pula masuk dalam perkara yang diharamkan) maka adat seperti ini mubah (boleh dikerjakan). Wallahu a`lam.*****
(Al Fatawa As Sa`diyah, hal. 63-64 sebagaimana dinukil dalam Fatawa Al Mar'ah Al
Muslimah)

Sinyal SMS sepanjang jalan.

0

Labels:

Dalam menapaki jalan kehidupan manusia dibekali dengan petunjuk jalan dan
denah menuju kehadiratNya. Kitab suci terakhir, Al Qur’anul Karim diturunkan dari
langit sebagai pembeda yang hak dengan yang batil, sebagai cahaya yang menerangi
jalan kebenaran dan sebagai konfirmasi rahmatan lil alamiin. Disamping itu ummat
Islam diberi banyak contoh dan teladan dan petunjuk pelaksanaan ajaran yang terdapat
dalam Al Hadith. Bahkan dianjurkan untuk membaca fenomena dan peristiwa di bumi
dan alam raya, yang terjadi pada masa lalu dan sekarang, untuk ditarik hikmah dari
kejadian agar manusia sadar atas kekeliruan yang pernah dibuat oleh pendahulunya serta
teladan dari kebaikan dan manfaat kebajikan yang dipertunjukkan oleh manusia dan alam
sekelilingnya. Karena kasih sayangNya kepada mahluk manusia, di sepanjang jalan yang
ditempuh, Allah swt. senantiasa mengirim sinyal SMS (‘short messages from sky’)
kedalam hati nurani hambanya agar tidak sesat jalan dan tidak keliru memilih dalam
mengambil keputusan untuk melangkah ke depan. Sinyal ini meskipun akan banyak
menolong manusia dalam memilih alternatif jalan tatkal sampai di persimpangan, tidak
sedikit yang mengabaikannya apalagi berusaha mencoba mengartikan makna pesan
yang terdapat didalamnya, sesuai bunyi surat Al A’raaf ayat 179: “Dan sesungguhnya
Kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka
mempunyai hati, (tetapi) tidak (dipergunakan) untuk memahami ayat-ayat Allah ……”
Dan surat Asy Syamsi ayat 8 dan 9 berbunyi: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang
mensucikan (jiwa)nya “ - “Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori
(jiwa)nya”.
Ajaran Islam menghendaki pemahaman dan penghayatan yang kaffah,
menyeluruh, tidak parsial, tidak dipilih-pilih mana yang disukai sesuai keinginan hati,
sehingga tuntunan do’a pun meliputi keseluruhan aspek kehidupan yang komprihensip
dunia-akhirat. Permohonan do’a yang diajarkan Nabi Muhammad saw. berikut ini, sesuai
dengan berbagai kondisi, waktu dan kebutuhan serta mampu menghidupkan cahaya hati
nurani:
“Allahumma inna nas’aluka salamatan fid diini” – Ya Allah sesungguhnya kami mohon
kepadaMu keselamatan Agama (Islam) – “Wa ‘afiyatan fil jasadi” – Dan kesehatan
jasmani – “Wa ziyaadatan fil ‘ilmi” – Dan tambahan ilmu – “Wa barakatan fir rizqi” –
Dan rizki yang barokah – “Wa taubatan qablal mauti” – Dan taubat sebelum mati – “Wa
rahmatan ‘indal mauti” – Dan rahmat ketika mati – “Wa maghfiratan ba’dal mauti” –
Dan ampunan sesudah mati – “Allahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti” – Ya
Allah mudahkanlah kami pada saat sakaratul maut – “Wannajaata minan naari” – Dan
lepaskanlah kami dari api neraka – “Wal ‘afwa ‘indal hisaab” – Dan mendapat maaf
ketika dihisab – “Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa husni ‘ibaadatika” – Ya Allah
tolonglah daku dalam berdzikir dan memperbaiki ibadah – “Allahummaj’al khaira
‘umurii akhirahu” – Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku di akhirnya – “Wa khaira
‘amalii khawaatimahu” - Dan sebaik-baik amal di selesainya – “Wa khaira ayyaamii
yauma alqaaka” – Dan sebai-baik hariku dihari perjumpaan denganMu – “Allahumma
inni a’udzubika minal kufri walfaqri wa’adzaabil qabri” – Ya Allah, sesungguhnya aku
berlindung padaMu dari kekafiran, dan kefakiran dan adzab kubur – “Allahumma inni
a’udzubika minal jubni walbukhli” – Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu
dari kesusahan dan kedukaan – “Wa audzubika minal ‘ajzi walkasali” – Dan aku
berlindung kepadaMu dari lemah kemauan dan rasa malas – “Wa audzubika min
ghalabatid daini wa qahrir rijaali” – Dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pengecut,
kikir, banyak hutang dan ikatan (kedzaliman) manusia. Amien yaa Allah yaa Rabbal
‘alamiin.